Kembali

Prosedur Pengajuan Keberatan

PENGAJUAN KEBERATAN NASABAH PENYIMPAN KEPADA LPS

 

  1. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009 dan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan tentang Program Penjaminan Simpanan yang berlaku bahwa pengajuan klaim penjaminan simpanan layak dibayar LPS dan pengajuan keberatan kepada LPS oleh nasabah penyimpan secara tertulis dilakukan paling lambat 5 (lima) tahun sejak  tanggal pencabutan izin usaha bank.
  2. Sesuai Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) disebutkan bahwa dalam hal Nasabah Penyimpan yang klaim penjaminannya dinyatakan tidak layak dibayar merasa dirugikan, maka nasabah dimaksud dapat mengajukan keberatan kepada LPS yang didukung dengan bukti nyata dan jelas atau melakukan upaya hukum melalui pengadilan.
  3. Prosedur Pengajuan Keberatan Nasabah
    1. Nasabah menyampaikan keberatan kepada LPS dengan melampirkan dokumen pendukung.
    2. LPS melakukan penelitian atas dokumen/ bukti yang disampaikan nasabah.
    3. LPS mengusulkan perubahan status menjadi simpanan layak dibayar, apabila keberatan diterima.
    4. Perubahan status penjaminan simpanan ditetapkan oleh LPS
  4. Keberatan dapat disampaikan kepada LPS melalui aplikasi pada website LPS yang dapat diakses dari tautan berikut: Aplikasi Penanganan Keberatan Nasabah.
  5. Surat Keberatan Nasabah memuat informasi yang diperlukan antara lain:

  1. Informasi dalam Surat Keberatan Nasabah dan dokumen yang dilampirkan:

*) untuk dokumen pendukung yang dilampirkan nomor 4 s.d 8 tidak harus disampaikan seluruhnya, tergantung permasalahan simpanan nasabah

 

Template:

Surat Keberatan